Dua Jam Bersama Hajriyanto Y. Thohari: Introspeksi, Retrospeksi dan Prospeksi Indonesia

Suasana diskusi di KJRI 21 Mei 2012

Jika belakangan kita sering mendengar studi banding wakil rakyat yang tidak semestinya dan ditunggangi kepentingan pribadi, maka kisah tentang Hajriyanto Y. Thohari nampaknya berbeda. Dalam perjalanan pribadinya terkait studi putrinya di Sydney, Bapak Hajriyanto Y. Thohari yang adalah Wakil Ketua MPR dari Fraksi Golkar justru menyempatkan mengemban misi negara. Hal ini terlihat dari aktivitas beliau menghadiri berbagai acara, termasuk diskusi dengan mahasiwa Indonesia di Sydney tanggal 21 Mei 2012 di Konsulat Jenderal RI Sydney. Luhur Korsika, kawan yang duduk di sebelah saya berkelakar, “ini namanya perjalanan pribadi yang ‘ditunggangi’ kepentingan bangsa, bukan perjalanan negara yang ditunggangi kepentingan pribadi”. Saya kira ini tepat digunakan untuk menyimpulkan apa yang terjadi malam itu. Diskusi yang dipandu oleh Pak Nico, seorang diplomat KJRI Sydney, berlangsung menarik.

Kiprah seorang Hajriyanto bisa dilihat di media massa lewat tulisan dan pernyataan oralnya. Beliau juga memanfaatkan media sosial Twitter untuk berkomunikasi dengan masyarakat dan memiliki situs pribadi www.hajriyanto.com. Penggunaan media komunikasi modern ini mengindikasikan niat beliau untuk berinteraksi dengan konstituennya. Sebagai seorang yang terlibat dalam memperjuangkan keterbukaan informasi publik, seorang Harjriyanto telah menjadi contoh yang layak ditiru.

Continue reading “Dua Jam Bersama Hajriyanto Y. Thohari: Introspeksi, Retrospeksi dan Prospeksi Indonesia”

Advertisements

Penghargaan kecil

Suatu malam saya diminta teman untuk membantu memasak dalam rangka sebuah pesta ulang tahun. Saya tersanjung sekali mendapat kehormatan ini karena ini adalah bentuk kepercayaan. Malam itu ada seorang kawannya yang ulang tahun dan mereka ingin menikmati malam dengan nyaman sehingga perlu orang lain untuk membantu memasak. Pekerjaan itu saya lakukan dengan senang hati. Bukan saja karena dibayar layak, pengalaman itu memperkaya dan menyempurnakan cerita saya bersekolah di negeri orang.

Pekerjaan kami sangat mudah, tinggal membakar atau menggoreng adonan yang sudah disiapkan sebelumnya. Yang lebih menyenangkan adalah para tamu sangat menikmati sajian kami. Saat pesta berlangsung, satu dua orang mendekat. Inilah yang menyentuh. “You guys, did the best job in the world” kata seorang lelaki mendekat dan mengajak kami ngobrol. Sama sekali tidak ada kesan perbedaan tukang masak dan tamu terhormat. Itulah yang menyenangkan di negeri Kangguru ini. Sebentar kemudian seorang perempuan datang dengan sate yang baru dihabiskannya setengah dan berteriak hampir histeris “oh my God, this is superb!” sambil mengangkat jempolnya. Entah berapa belas orang datang memuji malam itu, saya jadi bersemangat.

Continue reading “Penghargaan kecil”

Video porno anggota DPR

Dari statistik harian, saya paham bahwa pembaca blog saya umumnya berkunjung ke sini karena alasan mulia yaitu mencari informasi seputar beasiswa luar negeri, terutama beasiswa ADS, atau tentang pengalaman sekolah di luar negeri. Sebagian lain berkunjung ke sini karena ingin membaca perihal disiplin geospasial. Singkatnya, bagaimana memanfaatkan peta untuk berbagai tujuan. Sebagian kecil lainnya tertarik pada cerita kontemplatif terkait pengalaman hidup saya dan keluarga. Mengetahui hal ini, posting saya biasanya bertema sekitar itu, hal-hal yang memang diminati pembaca blog ini.

Pagi ini saya dikejutkan sebuah berita tentang video porno yang pemerannya mirip anggota DPR bernama Karolin. Rupanya ini sudah agak lama beredar dan saya baru tahu. Mungkin karena memang tidak tertarik pada hal yang demikian (betul, ini murni pencitraan). Lebih mengejutkan lagi, saya mendapat kiriman seorang yang tidak dikenal yang ternyata adalah link video dimaksud. Meskipun saya tahu para pembaca tidak akan menyukai video semacam ini, tidak ada salahnya saya bagi link tersebut di sini.

Kalaupun Anda memutuskan untuk menontonnya itu pastilah karena alasan ilmiah dan ideal, misalnya untuk mengetahui keaslian video, atau untuk dijadikan pelajaran bahwa ketika nanti menjadi pejabat tidak akan melakukan hal yang sama, atau dalam rangka menyiapkan sebuah opini di koran terkait moral Anggtoa DPR yang sedemikian mengenaskan. Apapun itu, semoga ada manfaatnya. Yang pasti, penyebaran link ini tidak pernah dimaksudkan untuk menghina seseorang apalagi mengecewakan. Jika kemudian ada yang tersinggung, terhina atau kecewa, besar kemungkinan itu terjadi karena kesalahan sendiri dan telah salah mengambil langkah.

Silakan nikmati video ini untuk alasan ideal seperti yang saya sebutkan sebelumnya. Klik: Karolin-DPR-RI

Cinta Segitiga

Orang Bali punya pepatah, “bukit johin katon rawit” yang mirip dengan ungkapan Jawa “sawang sinawang”. Ungkapan ini kira-kira bermakna bahwa yang terlihat dari jauh kadang selalu mulus, indah dan halus. Kenyataannya belum tentu demikian. Hal ini sedang saya alami bersama keluarga.

Beberapa saat lalu kami bergembira karena Asti berhasil memenangkan beasiswa ADS yang bergengsi itu, saat ini kami dihadapkan pada situasi yang tidak satu keluargapun mengidam-idamkannya. Malam ini Asti terbang ke Bali untuk mengikuti pelatihan, saya masih berjuang di Wollongong dan Lita ditemani mbahnya sekolah di Jogja. Saat menulis ini saya melihat Asti dan Lita berkemas di Jogja lewat Skype Video Chat. Dalam kelakar saya menyebutnya sebagai “cinta segitiga: Bali, Jogja, Wollongong”. Bagi yang sudah berkeluarga dan punya anak, rasanya tidak perlu saya kisahkan dengan kata-kata betapa tidak mudahnya ini semua. Yang muda dan belum menikahpun saya kira bisa mereka-reka. Semua orang pernah jadi seorang anak, setidaknya.

Continue reading “Cinta Segitiga”

Di atas langit ada langit

 

Apapun yang saya lakukan, akan ada dua kemungkinan reaksi dari orang-orang di sekitar saya: suka atau tidak suka. Yang tidak peduli, tentu saja tidak jadi soal. Dalam menulis juga demikian, pasti ada yang tidak suka dan tentu ada juga yang suka. Bagaimana prosentase keduanya? Perlu penelitian yang serius soal ini dan sampai kini saya tidak memiliki data. Yang pasti, akan selalu ada yang suka pada apa yang saya buat dan sebaliknya ada yang tidak. Dalam hal karya, akan ada yang memerlukannya, ada juga yang sama sekali tidak memerlukannya.

Continue reading “Di atas langit ada langit”

25 tahun berpisah, bertemu lagi dengan bantuan Google Earth

Kemarin saya membaca sebuah cerita mengharukan. Seorang pemuda yang sudah berpisah dengan orangtuanya selama 25 tahun akhirnya berhasil menemukan ibunya setelah berusaha menjelajahi tempat kelahirannya dengan Google Earth. Terjadilan pertemuan yang mengharukan setelah perpisahan seperempat abad itu. Saya membuat sebuah video rekonstruksi, bagaimana orang ini berhasil menggunakan Google Earth untuk menemukan Ibunya. Silakan baca kisah selengkapnya di bawah.

Continue reading “25 tahun berpisah, bertemu lagi dengan bantuan Google Earth”

Berbekal mimpi, keliling dunia walau tuna netra

Masih segar dalam ingatan saya saat berkenalan dengan Mas Taufiq Effendi beberapa waktu lalu. Mas Taufiq adalah penyandang tuna netra yang akhirnya bisa menunjungi berbagai negara untuk menimba ilmu dengan beasiswa. Mas Taufiq adalah bukti hidup sebuah ucapan “jangan pernah menyerah” atau “impossible is nothing” atau “the harder I work the more luck I seem to have”. Silakan baca kisahnya yang inspiratif di Motivasi Beasiswa. Saya sudah lama tidak menangis membaca sebuah tulisan, kini saya mengalaminya lagi setelah membaca kisah Mas Taufiq.