Regina – Sebuah kisah ketekunan dan pantang menyerah

Kita tahu, semua tahu, bahwa kita tidak boleh menyerah. Hanya saja tidak banyak contoh nyata yang bisa menginspirasi dan dijadikan teladan. Nasihat “jangan menyerah” yang datang dari mereka yang tidak pernah gagal tentu saja tidak bernyawa. Nasihat “pantang menyerah” dari mereka yang hidupnya selalu dilayani tentu saja tanpa taksu, tidak berbisa untuk menyulut semangat. Malam ini, kita menyaksikan satu dari sedikit teladan tentang ketekunan dan pantang meneyerah itu. Dialah Regina, sang Indonesian Idol 2012.

Continue reading “Regina – Sebuah kisah ketekunan dan pantang menyerah”

Advertisements

Tukang Sapu itu Bernama Kathy

Maid in Manhattan

Hey Andi, what are you doing here? Go home and have fun!” Aku hampir hafal ucapan senada ini yang meluncur dari mulutnya hampir setiap sore. Dia selalu datang ke ruang kerjaku di Innovation Campus, University of Wollongong. Di tangan kanannya tergenggam sebuah sapu dan tangan kirinya mengepit serok untuk mengumpulkan sampah. Di kantong celananya berjuntai selembar lap kain dan di kantong satu lagi tergantung botol penyemprot berisi cairan pembersih. Wajahnya selalu riang penuh senyum dan percaya diri. Gadis manis itu adalah tukang sapu. Dia bernama Kathy. Sepertinya nama aslinya adalah Katharina atau sejenis itu, aku tidak begitu peduli. Kathy adalah keturunan Macedonia yang lahir besar dan menjadi warga negara Australia. Konon Ibu Bapaknya migrasi ke Australia beberapa puluh tahun silam.

Sementara aku hanya senyum saja membalas celotehnya, Kathy mulai beraksi. Ditelitinya jengkal demi jengkal lantai di ruanganku dan dilapnya setiap senti meja di sekitar ruangan sehingga bersih dari debu. Sekali waktu aku dengar suara semprotan cairan kimia dari botol itu ketika dia menemukan noda yang sulit dibersihkan. Sementara aku tetap mengetik atau mengerjakan apa saja yang sedang aku kerjakan di komputer. Sekali waktu kami bercakap-cakap untuk menghabiskan waktu. Terutama ketika dia harus menghentikanku dari aktivitas saat membersihkan debu dan sampah di mejaku.

Continue reading “Tukang Sapu itu Bernama Kathy”

Beginilah kalau saya main gitar

Silakan menikmati persembahan saya yang pasti tidak bagus 🙂 Now and Forever dari Richard Marx adalah lagu pertama yang saya bisa mainkan saat belajar main gitar 17 tahun lalu.

Pirku malang pirku tersayang

http://www.menumakananbalita.com/

Sore tadi saya membeli buah pir di sebuah pusat perbelanjaan di Wollongong. Mungkin lagi musimnya, ada begitu banyak pir yang dipajang, semuanya segar dan ranum. Warnanya yang hijau merekah mengundang selera. Rasanya ingin membeli semuanya tapi saya hidup sendiri. Tidak ada perlunya membeli buah pir lebih dari lima biji.

Saat mendekati sebuah keranjang, saya berpikir sejenak. Ternyata tidak mudah memilih lima biji pir dari ratusan yang bagus. Sulit menemukan yang cacat, semuanya istimewa dan nampak manis menggoda. Saya sentuh satu per satu, semuanya segar. Pir itu mengkal dan padat, matangnya pas mantap. Satu disentuh, yang lain seakan berteriak “mengapa bukan aku?!”. Begitu tangan saya berpindah ke yang berteriak, yang ditinggalkan menjerit “mengapa tidak jadi memilihku?!”. Kalau saja pir itu bisa berbicara, pastilah suasana akan riuh oleh tawa, pertengkaran, teriakan dan tangisan yang mengumandang.

Continue reading “Pirku malang pirku tersayang”

Trikaya Parisudha

ikmbali.wordpress.com

Suatu sore saya mendapat sms dari ibu mertua “Yah, Lita mau belajar Agama sama ayah jam 7 ya!” Dari semua sms yang ada, ini termasuk salah satu yang menegangkan. Segaul-gaulnya seorang Bapak, ketika tiba saatnya, maka dia harus mengajarkan agama kepada anaknya. Di titik inilah dia akan bertanya pada dirinya, seberapa paham dia tentang agama yang dianutnya.

Continue reading “Trikaya Parisudha”

Rok Mini

dari http://baltyra.com/

Suatu siang di bulan September, di belahan bumi utara.

“Eh sorry banget gue telat” Sarah datang beringsut, wajahnya agak tegang.
“Ya nih, nggak biasanya lu telat. Dari mana?” Rina yang sudah menunggu menyambut dengan pertanyaan.
“Ya, tadi gue nemenin si Rama tuh ke mall. Keliling nyari bahan bubur buat anaknya.”
“Lo, kenapa lu yang nyari, si Astrid ke mana?”
“Justru itu, tadi tiba-tiba si Astrid telpon gue buat bantuin si Rama beli bubur. Dianya lagi ada tugas ke Washington katanya.”

Continue reading “Rok Mini”