Tidak harus ucapkan “Selamat Hari Ibu”


Kepada anak-anak yang menemukan kesulitan menyatakan cintamu kepada Ibu dengan kata-kata, jangan berkecil hati. Jangan terintimidasi oleh media sosial yang tiba-tiba gegap gempita dengan ucapan cinta. Masing-masing orang punya cara sendiri. Kamu mungkin bukan salah satu yang lahir dengan kemahiran merangkai kata-kata. Terima saja. Cintamu tak turun kadarnya hanya karena tak dirangkai dalam diksi puisi.

Mungkin kamu hanya bisa menitipkan cinta pada perilaku, pada senyum dan pada kepedulian yang hadir dalam senyap. Mungkin kamu hanya bisa menyatakan cinta dalam doa yang dipanjatkan ketika semua makhluk telah terlelap. Mungkin kamu hanya bisa menangis dari jauh ketika ibumu terluka tanpa bisa menyatakan empati. Terima saja. Cintamu telah disampaikan oleh malam atau angin yang tak penah lalai menjenguk ibumu.

Kepada anak-anak yang lahir di keluarga yang tidak punya tradisi bercerita dan bersenda gurau, aku tahu, Hari Ibu ini mungkin terlewat begitu saja, atau mugkin juga membuatmu tersiksa. Memang tidak mudah untuk tiba-tiba menjadi orang yang ekspresif dalam menyatakan cinta jika fondasinya tidak dibangun sejak belia. Jika itu menyiksamu karena dunia hari ini sepertinya menghakimi kamu yang tidak menyatakan cinta, tersenyum saja. Lewat doa dan kepedulian yang sungguh-sungguh dalam senyap, cintamu telah diterima dengan sempurna, apa adanya.

Bagi para ibu yang tidak mendapat ucapan Selamat Hari Ibu hari ini, Anda tahu, anak-anak mencintai dalam kesepian kata-kata. Cinta tak berkurang karena tiadanya kalimat yang berbunga-bunga. Bagi para ibu yang ucapan Hari Ibunya hanya terdengar lewat doa-doa malamnya karena sang buah hati mendahului menghadap Tuhan, terima kasih telah tegar dan bersabar. Untuk Ibu, cinta mengalir setiap saat lewat jalinan bathin yang tak pernah putus.

Bagi mereka yang tidak mengucapkan “Selamat Hari Ibu” karena tidak sempat, lupa, tidak terbiasa atau karena terhalang pagar kehidupan, hari ini tak akan jadi kelabu. Alam tahu jika kamu mencintai Ibumu dengan sungguh-sungguh. Ibumu pasti merasa jika kamu mencintainya tanpa syarat. Dalam senyap dan gelap, cinta pada ibu akan menyalakan lentera untuk dirinya sendiri.

Selamat Hari Ibu.

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s