Obrolan Geodet #1: Personality Beyond Geospatial


Tadi malam kedatangan tamu adik tingkat idola, Syamsul Bahri. Beliau junior saya di Teknik Geodesi UGM, beda tiga tahun. Itu soal umur. Kalau soal pengalaman di dunia industri geodesi, beliau ‘senior’.

Pertemuan perdana saya dengan Bro Syamsul ini terjadi di tahun 1999 ketika beliau baru masuk UGM. Waktu itu saya mendapat tugas dari KMTG untuk mengisi materi bagi Gamada di Gelanggang UGM. Ini permintaan panitia pusat Opspek UGM. Saya ingat, Bro Syamsul adalah salah satu penanya dan beliau penanya pertama. Hanya saja, terus terang, saya baru tahu belakangan kalau maba ‘pemberani’ ini adalah Bro Syamsul.

Telah melanglang buasa ke mancanegara, kini Bro Syamsul berlabuh kembali di Jogja. Karena pekerjaannya yang tak terikat tempat dan pandemi yang mendisrupsi, Bro Syamsul kini justeru punya banyak waktu bersama keluarga. Sebelumnya dia pernah beberapa tahun tinggal dan bekerja di Singapura.

Interaksinya secara Profesional dengan pihak-pihak di berbagai benua membuatnya harus bekerja di waktu yang ‘tidak lazim’. Tak aneh jika di waktu kerja Indonesia, beliau lebih banyak waktu untuk bersantai ria. Maka jangan heran kalau melihat FB-nya diisi banyak keseruan bersepeda, motoran atau gowes.

Saya banyak belajar dari obrolan semalam. Satu yang pasti, apa yang beliau capai hari ini adalah karena keberaniannya untuk melangkah melampaui dunia geospasial yang dipelajari secara formal. Seorang Syamsul membebaskan dirinya dari ‘belenggu’ teknikal sebagai seorang geodet. Dia berani menyambut tantangan dan peran non teknis yang memberinya adrenalin baru.

Tentu saja semua itu tidak datang kepada seorang Syamsul secara cuma-cuma tanpa ketidaknyamanan. Dia harus belajar banyak hal. Tidak berhenti pada urusan teknis, Syamsul secara rela belajar sisi dalam interaksi antar menusia. Sebagai orang yang bergerak dalam dunia penjualan perangkat pemetaan, Syamsul percaya, interaksi antarmanusia memegang peran besar, kadang jauh lebih besar dari urusan kapabilitas spesifikasi teknis sebuah perangkat.

Thanks Bro. Sebuah kehormatan bisa menjamu dirimu dengan secangkir teh tarik tadi malam.

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s