​Memotret Sang Gunung Agung: Kerja Lintas Disiplin, Doa Lintas Iman


Mas @ruliandaru mengirimkan pesan WA suatu malam, mengabarkan bahwa Tim @geodesiugm akan menerjunkan drone-nya (UAV) untuk memetakan Gunung Agung. Dari kabar itu saya juga tahu bahwa beberapa pihak telah berusaha sangat baik melakukan pemotretan dengan drone tapi belum berhasil. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kemudian mendukung Tim UGM untuk bergerak.

Mas Ruli, setengah berkelakar mengatakan “Pak Andi mhn ijin Rabu bsk saya datang ke Bali. Dan mhn doa nya. Harus minta restu sesepuh putra daerah Tegaljadi”. Meski setengah guyon saya anggap komunikasi ini sebagai gestur positif dilandasi niat tulus. Terlebih lagi, ada keraguan karena semua misi sebelumnya dinyatakan gagal. Sambil berkelakar juga saya bilang lewat komunikasi telepon “pokoknya having fun aja. Kalau belum berhasil, wajar. Wong yang menggunakan alat lebih canggih saja gagal” disambut gelak tawa.

Di Grup WA dosen Geodesi UGM, Mas Ruli melaporkan kesulitan saat mulai misi di Bali. Misi pertama harus dibatalkan karena pesawat mengalami gangguan di ketinggian tertentu. Sejujurnya saya mungkin yang paling cemas sekaligus paling berharap. Ingin sekali melihat dunia Geodesi bersuara positif dan nyaring di saat bencana tiba. Saya berdoa.

“Jangan lupa ‘minta izin’ Mas Ruli… 🙂 dg ‘cara yg dibenarkan’ tentunya …” demikian saya memberi pesan. Saran ini tulus saya sampaikan karena bagi kami, Gunung Agung lebih dari sekedar fenomena bentang alam. Gunung Agung adalah simbol kesucian juga. Budaya kami erat lekat dengan Gunung Agung sehingga bagi kami Gunung Agung bukan benda mati. Meski demikian, saya juga tidak ingin menyinggung hal-hal sensitif. Saya memahami, teman-teman Muslim memiliki sikap tertentu tentang gunung atau benda-benda lainnya dan itu saya hormati. Maka dari itu saya tegaskan “dengan ‘cara yang dibenarkan’”.

Yang mengaharukan, seorang senior dosen merespon permintaan saya dengan serius dan memberi saran doa. Beliau mengatakan “Pak Ruli, sebagai seorang Muslim, doanya adalah minta perlindungan kepada Allah yang menciptakan gunung dan penunggunya. Ini doa yang dituntunkan Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam:
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
A’udzu Bikalimaatillaahit Taammaati min Syarri Maa Khalaq. ‘Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk  ciptakan-Nya*.

Mekaten. Moga telah memenuhi saran pak Andi.

*bisa berapa hewan liar, jin, setan, demit, manusia jahat”

Ini nampak sederhana tapi bagi saya ini sangat menyentuh. Dosen senior ini memang punya perhatian tinggi dan memberi banyak masukan terkait pemilihan kepakaran yg saya tekuni saat ini. Di situ saya merasakan saling penghormatan yang kuat dalam bahasa singkat tanpa perlu bumbu simbol religi berlebihan. Dengan tulus saya berterima kasih.

Dalam beberapa saat setelah percakapan itu, Mas Ruli mengirimkan sebuah video singkat dengan pesan “alhamdulillah”. Beliau mengabarkan bahwa misi ternyata berhasil dan data foto berhasil direkam.

Ini adalah keberhasilan pertama setelah beberapa pihak mengalami kegagalan, meskipun telah mengusahakan dengan sangat baik. Tim @geodesiugm yang dipayungi Disaster Early Response Unit (DERU) @ugm.yogyakarta telah menunjukkan kontribusinya. Bagi saya pribadi, ini adalah buah dari kerja keras dan doa. Kerja keras lintas disiplin dan doa lintas iman. Semoga Gunung Agung menjadi lebih kalem dan semakin baik kita kenal.

Catatan pribadi
I Made Andi Arsana
T. Geodesi UGM

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

One thought on “​Memotret Sang Gunung Agung: Kerja Lintas Disiplin, Doa Lintas Iman”

  1. Memang orang Islam sebelum melakukan apapun sangat disarankan untuk berdoa kepada Allah Swt., paling tidak menyebut kebesaran-Nya. Ucapkan basmallah, itu sudah sangat minimal sekali. Dia spesifik bisa ditambahkan. Hal itu karena semua laku-lampah manusia sepanjang hari dinilai ibadah.
    Nabi Muhammad Saw.,mengingatkan “..segala perbuatan baik yg tidak diawali dengan menyebut basmallah, maka tidak sempurna…”
    Bersyukur proyek itu sudah terlaksana dengan baik. Mantap..!!

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s