Renungan Katak Kecil di Bulan Ramadhan


[sebuah surat balasan]

Aku adalah seekor katak kecil yang tak memiliki apa-apa kecuali cinta yang seringkali aku artikan semaunya. Aku merasakan cinta yang tiada terkira kepadamu. Ya kepadamu, sahabatku. Cinta yang, sekali lagi, sering aku salah artikan. Cinta yang mungkin karena keegoisanku, banyak melahirkan tuntutan yang sebenarnya tidak perlu. Cinta yang terlalu. Tapi, aku masih tetap percaya, setidaknya ini bentuk cinta… walaupun mungkin tak sepantasnya.

Hari ini aku menerima surat darimu setelah duapuluh purnama lamanya engkau meninggalkan kolam kecil kita. Kolam yang dari dulu kita pelihara indahnya, tempat bermain dan memandang kilau dunia. Sambil sesekali mengagumi bulan, menjaga lumut tetap subur dan memelihara air tetap jernih sampai akhirnya engkau memilih untuk pindah ke kolam lain. Aku sedih ketika itu. Sekali lagi, pastilah ini karena ego berlebih dan kesadaran yang masih sangat rendah. Aku hanya bisa menangis, dengan air mata yang kutarik sebisanya, tumpah ke dalam hati. Semuanya semata-mata karena aku sendiri menyadari air mata ini tidak layak kupamerkan demi kepindahan sahabat menuju kolam idamannya. Dan yang lebih penting, kepindahan ini adalah juga karena CINTA. Aku berharap pastilah di kolam sana juga ada cinta. Cinta yang mudah-mudahan lebih indah, lebih universal dan lebih menyejukkan tidak saja bagi penghuni kolam tapi juga jagat sekitar.

Sahabatku, aku membaca suratmu hari ini dengan senyum sedikit kecut. Ada yang aneh rasanya. Seperti masih tidak percaya kata-kata itu keluar dari bibir mungilmu. Kata-kata yang sangat berbeda dengan yang pernah kita ucapkan dulu ketika kita sama-sama berdoa memuja dan mensyukuri kenyataan bahwa seluruh jagat raya dikaruniai kebahagiaan berlimpah. Kata-katamu kini bebeda. Kata-kata yang dengan tegas mencirikan bahwa engkau telah menjadi bagian dari kolam yang baru. Kata-kata yang tidak saja menunjukkan pengakuan tapi juga keberpihakan.

Meski terasa sangat aneh di telingaku, aku tidak berani menghakimimu. Barangkali seperti itulah saharusnya seekor katak kecil berlaku di kolam baru. Dengan ksatria mengakui keberpihakannya dan dengan lantang menyuarakan kebenaran-kebenaran yang baru saja diperolehnya dari kolam idamannya. Ini adalah tindakan seorang yang percaya dengan kebenaran diri.

Seperti itulah aku berpikir tentangmu saat ini. Aku berusaha menjadikan semuanya tetap jernih, mencoba mengusir ego berlebih yang mungkin tak kan pernah diperlukan.

Namun, aku hanya sedikit berharap. Semoga suratmu hari ini adalah surat universal untuk kebaikan seluruh jagat raya. Bukan surat “picik” yang hanya akan menyukseskan penggolongan dan pengelompokan makhluk di muka bumi. Bukan juga surat yang sibuk membanggakan kolam sendiri yang barangkali menurutmu terlalu indah untuk dibandingkan. Ini adalah harapan sederhana seekor katak kecil yang pernah menjadi sahabatmu dulu.

Aku menerima dengan lapang hati semua kebanggaanmu. Aku menyaksikan dengan dengan seksama bagaimana engkau menjalani transformasi ini. Aku adalah satu dari sekumpulan katak kecil lain yang sesungguhnya merintih menyaksikan kebanggaan yang terasa berlebih ini, tapi syukurlah kami adalah pemuja segala kebaikan yang universal adanya. Dengan itu kami tidak pernah menganggapmu berbeda.

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

One thought on “Renungan Katak Kecil di Bulan Ramadhan”

  1. iya…. aku setuju sekali…..
    “kata kata yang mungkin lebih mengekspresikan keberpihakan, daripada sekedar pengakuan”(Arsana,2004)

    Mudah-mudahan doa itu tulus dari hatinya, bukan himbauan dari katak2 kecil di kolam lain untuk membuat sang kacang lupa akan kulitnya.

    salam damai
    Wulan

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s