Dengan Beasiswa ADS bisa nabung nggak?


Saya yakin, hampir setiap orang memiliki pertanyaan serupa tentang beasiswa luar negeri: bisa nabung nggak? Saya sering mendapatkan pertanyaan tentang ini dalam bentuk beragam. Ada yang bertanya sopan seperti “apakah selama ini jumlah beasiswa yang diberikan bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang wajar di Austarlia?” Ada juga yang tanpa tedeng aling-aling “bisa nabung berapa dollar sebulan?”. Saya mengerti, banyak orang penasaran tetapi semua orang punya alasan sendiri untuk memilih bertanya atau tidak bertanya. Untuk keduanya, saya bagikan pengalaman saya. Saya berikan peringatan, tulisan ini akan mengandung informasi tentang jumlah uang yang bagi sebagian orang dianggap sensitif tetapi saya rasa ini perlu dibagikan. Karena uang beasiswa ini bukan hasil kejahatan maka saya bisa sampaikan rinciannya tanpa merasa khawatir.

Ini di Australia, berpikirlah dalam dollar.
Umum terjadi, seorang mahasiswa baru di luar negeri akan berpikir dalam rupiah jika soal uang. Kadang otak sibuk melakukan konversi dan lupa bahwa gaji yang didapat dalam dollar dan pengeluaranpun dalam dollar. Sibuk menghitung nilai tukar sering kali hanya menghabiskan waktu dan terutama bikin gelisah. Bayangkan saja kalau harus membeli empat biji pisang seharga 28 ribu rupiah. Mulai hari pertama, berusahalah berpikir dalam dollar. Pikirkan rupiah jika dan hanya jika bisa nabung dan tabungan itu nantinya dibawa ke Indonesia.

How much?
Beasiswa ADS menanggung tiket pulang pergi, uang pangkal (settlement allowance), gaji rutin, dan uang penelitian. Settlement allowance besarnya AUD 5000, diberikan pertama kali saat mulai durasi beasiswa. Uang sejumlah ini diharapkan bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan pertama kali. Gaji rutin diberikan setiap dua minggu sekali sebesar AUD 1,076. Lagi-lagi, kalau dikonversi menjadi rupiah, jumlah ini fantastis besarnya. Bagi PNS golongan 3B seperti saya yang gaji sebulannya 2 juta lebih sedikit maka jumlah total beasiswa sebulan bisa mendekati 10x gaji di Indonesia. Mandi uang? Ternyata tidak juga. Nanti kita akan lihat pengeluarannya.

Dana lain yang diberikan oleh ADS adalah dukungan untuk penelitian/studi. Bagi mereka yang melakukan penelitian (master by research atau PhD), ada dana untuk melakukan penelitian lapangan. Jika pulang ke Indonesia untuk penelitian, akan disediakan tiket PP. Bagi yang tidak melakukan penelitian, uang ini bisa dimanfaatkan untuk les tambahan bila dirasa perlu. Misalnya, Anda mengalami kesulitan memahami satu mata kuliah maka berhak mengajukan layanan les tambahan yang dibayar dengan dana penelitian ini. Jumlahnya harus dikonfirmasi dengan Liaison Officer (petugas yang mengurus beasiswa) di universitas di mana Anda belajar. Selain itu bisa juga untuk membayar jasa pemeriksa tulisan (proof reader) untuk meningkatkan kualitas paper yang ditulis untuk tugas-tugas kuliah. Dari pengalaman, jumlahnya sangat cukup dalam situasi normal.

Pengeluaran awal?
Ini bagian penting. Settlement allowance yang kesanya besar jumlahnya itu bisa jadi tidak terlalu besar. Tapi saya jaminkan, itu sangat amat cukup untuk memulai hidup di Australia. Kebutuhan awal yang paling besar adalah untuk sewa rumah. Harga rumah yang standard 2 kamar di Wollongong, misalnya adalah AUD 250 per minggu. Betul, ini per minggu, bukan per bulan. Di Sydney mirip dengan kota besar lain seperti Melbourne, berkisar antara AUD 300-400 per minggu. Memang kenyataannya ada yang bisa mendapatkan rumah lebih murah tapi banyak juga yang lebih mahal dari itu.

Untuk memulai sewa rumah, kita juga harus membayar deposit atau bond money sebesar sewa empat minggu. Jika sewanya AUD 250 maka kita harus membayar AUD 1000 di awal. Tidak usah khawatir, uang ini tidak akan hilang, hanya untuk jaminan. Tapi dia bisa dipotong jika saat kita selesai menyewa nanti ada kerusakan yang dianggap karena kesalahan kita. Selain bond money, kita juga harus membayar sewa untuk dua minggu di muka. Artinya pembayaran pertama adalah untuk enam minggu sebesar AUD 1500. Tenang, masih ada AUD 3500.

Kelengkapan lain adalah listrik, telepon dan internet yang perlu dipasang. Biarpun di rumah itu sudah ada jaringan listrik dan telepon tetap saja penyewa baru dianggap pasang baru secara administratif sehingga semuanya atas nama penyewa rumah, bukan atas nama pemilik rumah. Untuk pasang listrik, internet dan telepon, dana yang diperlukan maksimal AUD 600 (tergantung jenis dan paket layanan). Meski demikian, tidak semua uang ini hilang, ada juga yang berupa deposit yang nanti kembali kalau sudah selesai masa kontrak, asalkan tidak ada masalah.

Pengeluaran selanjutnya di awal menempati rumah tentu saja perabotan rumah tangga karena umumnya rumah dengan harga seperti di atas adalah kosong melompong tidak ada apa-apa. Yang perlu dibeli tentu saja tempat tidur dan perangkatnya, sofa, kursi dan meja makan, kulkas, mesin cuci, meja belajar, TV, microwave, rice cooker, peralatan masak, peralatan makan, dan lain-lain sesuai kebutuhan. Di dapur hanya ada kompor listrik lengkap dengan pemanggang dan oven, selain itu harus menyediakan sendiri. Kadang perlu heater dan selimut listrik untuk musim dingin.

Untuk menekan jumlah pengeluaran, barang-barang di atas bisa dibeli di toko second hand yang hampir selalu ada di setiap kota di Australia. Ada juga Sunday Market atau pasar kaget yang menjual segala macam kebutuhan dengan harga terjangkau. Silakan cek informasi Sunday Market di kota yang ingin didatangi. Dengan meggabungkan barang baru dan barang second hand, semua kebutuhan rumah tangga di atas bisa dibeli dengan harga sekitar AUD 1500-2000. Jika ditambah kebutuhan pernak pernik lain maka pengeluaran total di awal masa sekolah berkisar antara AUD 3000-4000, dengan asumsi kondisinya seperti yang saya ceritakan.

Jika Anda masih lajang dan hanya perlu satu kamar saja maka rumah dua kamar itu bisa ditempati berdua dengan teman sehingga semua pengeluaran bisa dibagi dua. Yang lebih beruntung, bisa juga nyewa kamar (kos) yang sudah dilengkapi peralatan sehingga tidak perlu membeli banyak peralatan. Harga kamar kos di Wollogong yang sudah termasuk listrik dan lain-lain sekitar AUD 170-200 per minggu. Yang agak jauh dari kampus, ada juga yang dapat lebih murah dari itu. Ada teman yang membayar “hanya” AUD 130 per minggu.

Dengan asumsi dan kondisi seperti di atas, uang AUD 5000 itu hampir pasti sisa sehingga bisa digunakan untuk kebutuhan lain seperti misalnya mendatangkan keluarga yang umumnya menyusul kemudian. Berapa sisa uang AUD 5000 itu? Tergantung dari situasi dan kondisi yang saya ceritakan di atas. Rasanya sih cukup umum menyisakan AUD 1000-2000. Tentu saja ada yang bisa menyisakan lebih dari itu. Yang tidak bersisa pasti ada juga, misalnya yang beli mobil seharga AUD 2000an.

Pengeluaran sehari-hari?
Mari kita berhitung segala sesuatu untuk 2 minggu karena gaji diterima setiap dua minggu. Kebutuhan paling utama dan paling besar tentu saja adalah sewa rumah. Dengan asumsi Anda menyewa rumah 2 kamar di Wollongong dengan harga AUD 250 per minggu maka sewa per 2 minggu adalah AUD 500. Kebutuhan makan minum sekeluarga 1-2 anak kecil sekitar AUD 150-200 per dua minggu. Jika dirata-rata, pengeluaran internet, listrik dan telepon rumah per dua minggu (digabung) adalah sekitar AUD 60-70. Kita tentu tidak bisa hidup tanpa HP dan ada sebagian orang yang langsung sekarat jika tidak pegang BB. Maka ini penting. Ada perusahaan yang menyediakan layanan BB seharga AUD 20 sebulan. Ada juga HP dengan layanan paket sekitar AUD 30 per bulan tergantung kebutuhan. Anggap saja cukup boros dan menggunakan HP biasa dan BB maka kebutuhan komunikasi mobile sekitar AUD 50 per bulan atau AUD 25 per dua minggu. Kebutuhan transportasi, kalau bawa mobil sendiri dengan aktivitas wajar, AUD 40 per dua minggu. Jika tinggal di Wollongong dan aktivitasnya sekitar kota dan kampus maka bisa menggunakan bus gratis. Betul, gratis!

Dengan situasi seperti dijelaskan di atas kebutuhan sehari-hari selama dua minggu adalah AUD 500 + 200 + 70 + 25 + 40. Jika dibulatkan menjadi AUD 850. Ini adalah kebutuhan keluarga dengan dua anak kecil dengan asumsi anaknya sudah diatas 5 tahun sehingga tidak bayar sekolah. Namun jika anak masih kecil dan harus masuk childcare maka situasi menjadi lain. Tapi logikanya, anak dititip di childcare karena ayah/ibunya bekerja dan mendapatkan uang. Maka perhitungan menjadi berubah karena pemasukan juga berubah menjadi lebih besar. Kita cerita di lain waktu soal ini ya :) Saya juga mendapat informasi dari beberapa kawan yang menyatakan kebutuhan keluarga sebesar 1700-1800 per bulan, tapi menurut saya, yang juga pernah membawa keluarga, ini cenderung tinggi.

Kadang ada yang bertanya pada saya, betulkan keluarga tidak ditanggung oleh ADS. Ini bukan soal ditanggug atau tidak. Yang benar adalah bahwa penerima beasiswa mendapat gaji yang sama tanpa membedakan status pernikahan. Lajang maupun menikah, jumlah gajinya sama. Yang berkeluarga boleh mengajak keluarga dan tetap dibantu soal visa dan administrasi lainnya hanya saja tidak diberi tambahan biaya. Kebijakan ini berubah sejak awal 2007. Meski demikian, gaji dari ADS amat cukup untuk hidup wajar di kota yang tenang dan nyaman seperti Wollongong. Jika tinggal di Sydney maka urusannya memang jadi lebih rumit karena harga sewa rumah mahal sekali. Bagaimana menyiasati pengeluaran untuk sewa rumah? Coba cari kemungkian untuk sharing dengan teman lain sehingga sewa bisa dibagi.

Pengeluaran yang saya sampaikan di atas masih kasar dan cenderung tinggi. Saya tahu persis ada teman-teman lajang yang bisa bertahan baik dan sehat dengan dana sekitar AUD 800 per bulan untuk semua kebutuhan.

Bisa nabung nggak?
Dari pehitungan kasar di atas seharusnya Anda bisa menerka-nerka bahwa besar kemungkinan bisa menabung meskipun tidak banyak. Tapi mungkin Anda juga pernah mendengar ada orang yang pulang dari Australia setelah mendapat beasiswa ADS selama 2 tahun dan bisa membeli tanah atau mobil. Jika Anda cermati penjelasan saya di atas, hal itu bukan sesuatu yang tidak mungkin dengan strategi penghematan ekstra, apalagi kalau lajang. Selain itu, peluang kerja di Australia cukup baik sehingga kemungkinan menambah penghasilan terbuka lebar. Dan ini bisa lebih baik lagi jika datang bersama pasangan yang bisa/sempat bekerja. Tetapi mari kita berpikir realistis dan berhitung cermat tanpa mengorbankan kesehatan. Menurut saya, Beasiswa ADS termasuk salah satu beasiswa yang generous alias baik hati dalam hal jumlah dana. Jangan khawatir akan kekurangan asal hidup wajar dan sehat. Selain itu, kalau mau sedikit idealis, motivasi utama untuk bersekolah di luar negeri dengan beasiswa bukanlah untuk menumpuk tabungan berupa uang tetapi berupa ilmu. Saya tahu, ini bisa terdengar klise tetapi semoga Anda bisa menerimanya. Suka atau tidak, seorang penerima beasiswa atas nama Bangsa Indonesia memang sebaiknya berani bertahan dengan hal-hal ‘klise’ semacam ini.

About these ads

87 thoughts on “Dengan Beasiswa ADS bisa nabung nggak?

  1. To be honest, I really hate the question :)
    Tujuan utama beasiswa adalah untuk mendapatkan ilmu yang luar biasa banyak dengan gratis (untuk penerima)!
    Struktur dananya memang seperti yang pak Andi utarakan dibuat supaya anda cukup dan hidup dengan tenang.
    Kalau anda ‘berhemat’ disini berarti anda mengorbankan salah satu aspek hidup yang tenang ini: apakah itu makanan yang cukup, tempat tinggal yang layak, fasilitas yang memadai dan yang paling parah… bekerja cash in hand tanpa mempedulikan waktu dan pelajaran.

  2. Benar, Mas. Memang tujuan dan tugas kita belajar keluar negeri adalah menuntut ilmu dan membawa ijazah sbg bukti kita selesai belajar. Andaipun ada sisa dr allowance kita anggaplah itu sbg bonus. Jd janganlah terlalu pelit thdp diri sendiri…he3.

  3. Maaf mas andi, saya mau nanya. Dipengumuman ADS 2013, pendaftaran paling lambat 13 Agustus 2013 dan pengumuman interview di Januari 2113. Nah, selama hampir 5 bulan itu ada proses seleksi yg melibatkan pemohon gak?? kalo hanya seleksi berkas oleh panitia kok bisa lama bgt ya?? Terus soal pre-course english yg juga di cover itu pelaksanaanya seperti apa?? Makasih

  4. Maaf mas mau nanya. ADS 2013 batas pendaftaran 17 agustus 2012. panggilan interview januari 2013. selang waktu 50 bulan itu ada proses seleksi yg melibatkan pemohon?? atau hanya seleksi berkas oleh panitia?? kok bisa lama bgt ya?? Terus kalo soal pre course english pelaksanaannya seperti apa?? makasih. pake moderasi kah??

  5. Pak Andi Arsana, terima kasih atas postingan ini. Informatif dan bermanfaat sekali bagi saya pribadi. Masalah keuangan memang terkadang sensitif ya Pak. Tapi kalau untuk saling berbagi dan bertukar informasi dengan orang lain yang (akan) mengalami pengalaman yang sama dengan kita, saya pun akan dengan senang hati melakukan hal yang sama seperti Bapak. Terima kasih Pak. Saya nantikan sharing “Kita cerita di lain waktu soal ini ya” Pak :)

  6. This must be Frequently (Want To Be) Asked Question :) Seberapapun besarnya skema beasiswa, semoga tidak sampai melunturkan motivasi belajar.

  7. yg bisa cuman 800 dolar aja itu bisa tahu siapa pak? di daerah mana y itu? musti belajar banyak sama empunya tuh. :D

  8. Mas saya mau nanya, lulusan diploma 4 ( setara S1) apakah bisa apply ADS? Dan saya skrang kuliah jurusan multimedia, dan saya pernah baca di sebuah forum kalau yang diutamakan adalah calon mahasiswa yg mengambil jurusan yg berhubungan dgn pemerintahan. Jd apakah bisa saya apply s2 dgn jurusan yg tidak berhubungan dgn mulmed? Terima kasih

  9. mas andi, saya baca di atas anak usia di atas 5th tidak perlu membayar uang sekolah, tetapi di panduan ads ( univ of sidyney) di sydney untuk anak SD ko tidak gratis ya

    Education expenses for students’ children
    If a member of your family is school age (5 to
    18 years of age), and will be living with you in
    Australia for more than three months, they will
    be expected to attend school in Australia.
    School attendance is not free of charge unless
    you are enrolling in a PhD (conditions apply).
    The 12-month fee for primary to junior high
    school years (Kindergarten to Year 10) is
    A$4500. For senior high school (Years 11 and
    12) the fee is A$5500. You must pay these
    fees 12 months in advance, together with a
    non-refundable administration fee of A$110 for
    each child enrolled. These figures are subject to
    change

      • saya lupa baca di usyd website atau CD ADS, tapi mas Andi betul itu berlaku untuk umum :-)…banyak informasi dari web ini yang sangat membantu ketika saya akan submit form ADS tahun lalu, Alhamdulillah saya lolos seleksi tahun ini mas.

        seandainya saya ke sidney tanpa pendamping ( berkurang kemungkinan untuk bisa memperoleh tambahan income :-) ) dengan 1 anak pra sekolah dan 1 anak SD apakah kira-kira kebutuhan hidup bisa tercukupi dengan hanya mengandalkan beasiswa ADS mas? sub urb manakah yang kira-kira biaya hidupnya lebih terjangkau (terutama sewa rumah), apakah yang dekat Usyd atau di sekitar UNSW? terima kasih mas sebelumnya…

      • Sydney memang mahal sekali. Uang segitu cukup jika mengatur keuangan dengan ketat. Suburb yg harganya terjangkau? Rata2 mahal sih. Saya tinggal di Kingsford, rumah dua kamar 420 dolar seminggu :(

  10. Tulisannya bagus Mas, saya mau tanya. Kalau dapet beasiswa dari ADS di kota Melbourne, kira2 besarnya beasiswa cukup nggak ya buat hidup saya dan istri (belum memiliki anak)? Soalnya saya dengar Melbourne termasuk kota yang paling mahal biaya hidupnya.. Terima kasih Mas,

    • Mas Sakmuni,
      Saya tidak tahu persis hitungannya tapi ada puluhan mahasiswa AusAID di Melbourne dan mereka hidup baik2 saja :-) Saya mengenal beberapa keluarga yang hidup nyaman dan tenteram di Melbourne. Saya kira ini menjawab pertanyaan Anda.

  11. yg penting itu keterima ADS dulu karena ilmunya nanti bisa untuk pengembangan diri, masyarakat dan negara. kalo ada sisanya yang ya bersyukur dan dianggap bonus saja, tul nggak?
    ADS lebih mending, karena sepengetahuan saya, ada salah satu beasiswa yg 45% allowance habis hanya untuk housing doang. boro-boro bawa keluarga, buat sendiri aja ngepas…pas…pas…

  12. Benar mas…keluarga kami pembaca setia blog anda, dan akhirnya awal 2012 kami kesampaian ke Aussie dgn ADS. Terimakasih ‘tutorial’-nya. Semoga bismilah anda dpt kemudahan dgn memudahkan kami. Saya dependant atas istri yg kuliah. Kami di Perth yg saat ini sewa rumah sangat mahal. Namun beasiswa cukup kok … Sisa nol nol alias pas. Hanya kami ingatkan asuransi per tahun kami sangat mahal. Standar 100 juta utk PhD …namun bila cari yg murahan bisa 50 jutaan. Ini asuransi OSHC. Kerja bisa … Dan beasiswa sekitar 2000 dolar dan saya kerja dpt 3000an dolar.

  13. Saya sangat terbantu dengan website ini. Mulai dari awal isi form sampai pengiriman berkas, panduan saya adalah blog mas Andi ini. Terima kasih mas. Teman2 saya yg juga bertanya tentang ADS, juga saya “oper” ke mari… Terima kasih mas… Sangat bermanfaat.

    Ada pertanyaan Mas Andi, kalo pemakaian wajar (cara hidup versi mas andi), kalo saya bawa keluarga 3 anak dan 1 istri cukup nggak? Anak 1 sdh SD, yg anak kedua 4 tahun (nantinya juga SD kan) dan yg ke tiga baru 1 tahun. Saya ambil S2, anggaplah saya lulus di Monash (amiin). Kira2 cukup nggak mas? Soalnya banyak yg mendorong saya agar bawa keluarga, tapi saya agak gentar juga mas, takut ga cukup..Terima kasih atas jawabannya.

    • Jawaban saya begini:
      Saya punya teman baik, anaknya 3 sd dan smp, belajar di Victoria Uni. Ga ada masalah.
      Teman lainnya, punya 3 anak saat berangkat, di Melbourne punya anak lagi, jadi empat. Tidak ada masalah. Memang para istri kerja untuk membantu beasiswa. Ini hal biasa :)

      • Sepakat mas. Klo mau diajak semua, hrs “double gardan”. Sy jg sdh sampaikan ke istri, bisa kerja kok. Tp dia agak ragu di bhs inggrisnya.. tapi kadung terisi di form app bahwa sy tdk akan bw keluarga. Ntar klo bs dinego, dinego sj ah.
        Tq atas jwbannya.

      • Siap mas, akan sy “goyang” tim JST nya… hahaha

        (Maaf mas, ketawa di sini agak ringkih menjelang bulan desember ini).

  14. “Selain bond money, kita juga harus membayar sewa untuk dua minggu di muka. Artinya pembayaran pertama adalah untuk enam minggu sebesar AUD 1500″ mksdny apa ya mas? kan bayar sewa utk 2 minggu kok jadi pengeluaran pertama untuk 6 minggu?

  15. amazing… pengalaman bapak seorang yg berasal indonesia luar biasan ya pak,, pengalam bapak mebuat sayang bermotivasi tinggi , thanks

  16. Pingback: Welcome To My Humble Site

  17. Salam Pak andy,

    Saya sedang mengerjakan aplikasi beasiswa ADS (AAS sekarang) jurusan educational psychology dan agak sedikit kuatir memilih uni sydney sbg destinasi karena masukan beberapa teman ttg tingginya biaya hidp disana. sy rencana ajak sertakeluarga (suami (s2) yg mau ambil kursus bhs inggris dan anak sy ( 2 tahun skrg). Sekarang sedang melirik canberra dan adelaide dgn jurusan education saja karena banyak revew di bbrpweb uninya termasuk bagus, tempat nyaman tk keluarga dan lokasi belum terlalu ‘penuh’ seperti di sidney. Apakah ada rekomendasi y pak sementara tertarik sidney tp kuatir… kindly need your info dan perbandingan jg mengenai canberra dan adelaide Pak… suwun.

    • Kalau dari reputasi universitas secara umum, Canberra lebih baik meskipun tergantung jurusannya. Soal biaya hidup, jelas Adelaide pilihan yg lebih baik. Banyak kesempatan kerja juga di sana dibandingkan CBR.
      Soal Sydney, memang mahal tapi teman2 bisa bertahan ngajak keluarga. Jika mau kerja, Sydney jelas lebih banyak peluang :)

  18. Terimakasih Pak Andi atas tulisannya. Sangat memberi gambaran. Saya ingin bertanya, jika apply master by research dengan penelitian lapangan, apakah ada batasan untuk biaya lapangannya? karena bisa saja penelitian nya menggunakan alat/metode yang memakan biaya cukup besar. Terimakasih sebelumnya

    • Yang pasti, biaya yang disediakan oleh AusAID terbatas. Sepengalaman saya, hanya tiket yg dicover. Dana penelitian bisa diperoleh dari tempat lain atau dana sendiri. Sebaiknya cek dengan AusAID, mungkin berubah informasinya.

  19. Halo Pak Andi,

    Sy sudah bosan menyapa lewat twitter, dan rindu membaca blog ini lagi krn sy lg PDT di bali skrg Pak.
    jd sy buka2 lagi, dan ternyata sudah buanyaaakkk tulisan yg nambah..
    hehehee

    Btw Pak, sy berencana ambil master di sydney dan melbourne.
    untuk melbourne sy udh dapat gambaran dari teman yg Pak Andi kenalkan kemarin.

    Skrg untuk sydney bs bantu info Pak?
    Sy rencana akan ambil kuliah yg 1 tahun aja sprtinya Pak.
    kira2 kuliah 1 tahun itu susah gak Pak?
    beda tidak kualitasnya dgn yg 2 atau 1.5 tahun?

    untuk kebutuhan biaya hidup, benarkah sydney itu yg termahal Pak?
    sy udh baca tulisan Pak Andi ttg sydney, tp mohon update nya ya Pak.
    kira2 biaya kost nya berapa per minggu kalau yg fully furnished Pak?
    kalau share rumah tp ttp kamar2 gt kr2 brp Pak?

    Conclusion, kira2 living allowance dr AAS cukup tidak untuk tinggal di sydney dgn kehidupan yg standard dan sehat Pak?
    bisa tidak kt part time dengan kuliah 1 tahun Pak?

    dan pertanyaan yg agak sensitif, hehee
    kalau sy tidak ambil part time job, apakah masih bisa nabung dr ‘uang jajan’ AAS Pak?
    kr2 brp ya Pak? :D
    sorry ni Pak, ttg uang pasti banyak yg pro dan kontra, tp yakinlah sy menanyakannya krn memang sangat penting untuk mengetahuinya.
    hehee

    Trima kasih Pak Andi.

    • 1. kira2 kuliah 1 tahun itu susah gak Pak?

      Susah. Perlu kerja keras.

      2. beda tidak kualitasnya dgn yg 2 atau 1.5 tahun?

      Kualitas apa maksudnya? Indokator kualitas apa yg mau diketahui? iP? Tergantung mahasiswanya. Jumlah mata kuliah? Jelas beda. Jadi pinter apa nggak? Hm gimana menjawab ini ya… Untuk coursework, semakin lama berarti semakin banyak mata kuliah tapi ini prkara kuantitas, bukan kualitas :)

      3. untuk kebutuhan biaya hidup, benarkah sydney itu yg termahal Pak?

      Saya nggak punya data tapi bisa jadi benar. Harga rumah 2x Wollongong, misalnya :)

      4. kira2 biaya kost nya berapa per minggu kalau yg fully furnished Pak?

      Satu kamar saja sekitar 250

      5. kalau share rumah tp ttp kamar2 gt kr2 brp Pak?

      Rumah saya 2 kamar, 420 per week

      6. Conclusion, kira2 living allowance dr AAS cukup tidak untuk tinggal di sydney dgn kehidupan yg standard dan sehat Pak?

      Cukup

      7. bisa tidak kt part time dengan kuliah 1 tahun Pak?

      Bisa tapi suliiiit banget :)

      8. dan pertanyaan yg agak sensitif, hehee
      kalau sy tidak ambil part time job, apakah masih bisa nabung dr ‘uang jajan’ AAS Pak?

      Bisa

      9. kr2 brp ya Pak? :D

      Kisarannya 300-800 per bulan. Bisa di luar itu tergantung gaya hidup.

      10. sorry ni Pak, ttg uang pasti banyak yg pro dan kontra, tp yakinlah sy menanyakannya krn memang sangat penting untuk mengetahuinya.

      It’s Ok. Semua orang ingin tahu. Ada yg berani bertanya, ada yg sungkan. Yg kurang etis adalah mereka yg hanya berpikir tentang uang saat mendapat beasiswa :-)

      A

      • Trima kasih Pak Andi, sangat complete..
        Tp kembali lagi karna website Pak Andi ini sgt membantu sy mulai dr awal sy mau daftar, sy selalu mengingat untuk membacanya, tp saat ini saya membacanya kalau lagi jenuh dgn belajar grammar, collocation, dll untuk memotivasi kembali :D
        di RC tentunya (computer room) :D

        Parahnya, kali ini sy nyasar di topik research Bli..
        Parah ni, mulai tertarik jadinya dengan research, tapi tidak tahu jadi atau tidak mengambilnya :D

        Research 2 tahun ya Pak?
        1 tahun theory dan 1 tahun research ada kah tidak Pak?
        krn sy butuh ilmu pengetahuan yg theory juga.

        Ini lagi nyari2 lagi Pak di cricos seperti biasa.

        Btw, pernah dengar atau punya pengalaman tentang mengubah coursework ke research sewaktu PDT Pak?
        waktu apply daftar nya coursework krn dulu tidak sempat dan pusing memikirkan research, masih kerja, dan internet susah, jd dulu hanya fokus untuk s2 sajalah, coursework jg ok :D

        Tp, pas PDT mulai tertarik sm research, dimulai dari website ini lagi !!
        Ini bisa diubah tidak kira2 ya Pak? :D

        Terima kasih Pak Andi… :D

      • Dessy,

        Saya dengar sekarang tidak bisa berubah dari CW ke RS. Kalau dulu bisa. Saya sendiri berubah dari CW ke RS.
        Ada yang combined program, coba ditelusuri ya ;)

        Andi

  20. alhamdulillah, pertanyaan saya terjawab di tulisan ini. Terima kasih pak. tapi masih ada hal yang belum saya dapatkan jawabannya. mohon bantuannya pak. jika kita akan tinggal di australia dan masih lajang, lebih hemat mana tinggal di asrama universitas dengan menyewa rumah? termasuk kondisi lingkungannya juga pak, lebih nyaman di asrama atau menyewa rumah? terima kasih pak

  21. Mas Andi, kalau suami dan istri mendapatkan beasiswa ADS, apakah gaji per minggu salah satunya (suami atau istri) dikurangi? Mungkin terkait penggunaan rumah dan service-nya yang secara bersama-sama

  22. Bli, berkaitan dg aplikasi mba Asti, apakah utk dokter, dua2 fotokopi ijazahnya harus disertakan juga? dengar2 dari senior saya, yg profesi dokter saja juga tidak apa2, mohon pencerahan, terimakasih

  23. Pa Andi…slm kenal sy Marten dr Flores. sy sangat termotivasi dgn tulisan n share bapak..saya telah mengirimkn aplikasi saya tahun ini (pertama) saya lulusan S1 perwat + nurse..dan berjuang untuk lanjut pada S2 perwat juga..kbtuln setelh searc di cricos yg punya MNurs (cw) adalh wolongong dan monash..pertanyaan saya apa ada pljr indonesia yg alumni dr 2 kmps tsbt (Prgrm M.Nurse) jg? kalau ada..mhn info contknya coz sy ingin mencari info lbh byk lagi..tks pa Andi.sukses slalu

  24. kalo diijinkan apa boleh bapak kirim no kontaknya di email saya.. trima kasih Pa Andi.. saya bangga dan haru bpk membalas coment saya..trims sekali lgi Pa.

  25. salam kenal pak andi, saya banyak terbantu dengan info yang Bapak berikan. Saya berasal dari sumatera utara dan bekerja di dinas pendidikan kab. humbang hasundutan. GBU.

  26. Pak Andi, nanya dong.. saya berencana s3 di australia. inginnya membawa keluarga, suami dan 1 anak 4 tahun. tapi suami saya karena masih bingung nanti disana kerja apa jadi masih ragu2 mau ikut atau tidak. padahal idealnya bisa ikut semua. mau tanya dong, kemungkinan untuk apply kerja disana susah tidak ya? suami saya s2 bisnis di indonesia, dan pekerjaannya selama ini dibidang business development. makasih banyak sebelumnya

  27. slmt sore, pak andi, sy dr ntt. sy berencana membawa putri dan putra saya beserta swm. tp sya dgr dr teman2, jika swm sya ikt berarti dia hrs cuti diluar tanggungan negara selama 2 th( swm dan sy sm2 pns), jika nant kembli ke ina mk hrs melamar sama spt pns baru. mengingat kondisi ini, apakah bisa dan ada kl swm saya mnt ijin utk mengikuti kursus/ pelatihan utk bidang pemerintahan di austr. mohon dijwb, pak, agr saya bs melangkah lbh mantap lagi. terima kasih byk. Tuhan memberkati bpk sekeluarga!

    • Kalau diizinkan cuti tentu tidak harus melamar lagi. Cuti di luar tanggungan negara itu biasa kok, asalkan memang diizinkan.
      Izin untuk ikut pelatihan juga tentu harus dikeluarkan oleh institusi. Kalau tidak diizinkan tetap saja tidak bisa berangkat.
      Kesempatan kursus tentu saja ada tetapi saya tidak tahu informasi persisnya, tergantung bidang masing-masing.

      Btw, jangan mudah percaya pada informasi dari sumber tidak resmi. Blog ini juga tidak harus dipercayai begitu saja. Cara terbaik adalah tanyakan perihal ini ke kantor suami Anda.

  28. salam hangat buat pak andi.. sya seorang pns, guru pd kemeterian agama pengn bangt lanjt s2 di dlm negeri ato luar negeri, sya jurusan matematika, klo bsa tlg info mngni beasiswa yg berkaitan dgn jurusan sy tersebut.. trims sblmx…..

  29. sangat termotivasi dengan semua tulisan mas Andi,,
    perkenalkan sya Syahrul asal Kendari n saat ini lg melanjutkan studi Apoteker(pharmacist) d Jakarta dan rencana tahun depan(2014) apply beasiswa ADS/ASS tpi sebelumnnya, apakah peluang untk beasiswa jurusan Pharmacy by research terbuka ya mas?n univ apa aja?
    mohon arahan n bimbingannya mas.
    klau ada kenalanx mas bisa komunikasikan by email agar lebih efektif..
    thank’s so much..my god bless you..
    ini email saya mas,,syahrultuba1989@gmail.com

    • Hello Syahrul.
      Terima kasih sudah membaca dan syukurlah mendapat manfaat. Silakan baca tulisan saya tentang cara mencari universitas/jurusan. Saya tidak begitu paham soal farmasi. Kalau nanti ada kenalan, saya coba kontakkan ya.

  30. selamat malam p andi:) sya berniat melanjutkan s2 di australia pk, sy mau bertanya klo uang settlement allowance itu diberikan hanya sekali selama kita kuliah disana? apakah gaji rutin yg tiap 2 minng itu sbg biaya hidup saja, atau untk biaya tuition kuliah disna jg pk? kira2 uang yg harus kita siapkan untuk berngkat ke australia untuk biaya visa & paspor brp y pk? karna sya belum kerja dn msh kuliah jd msh sngt nol untuk modal biaya keberangkatan pak… maaf pak sya bnyak tanya hehe. terimakasih p andi :)

  31. Salam Kenal Pak Andi,
    Saya elsa AAS Awardee 2014. Blog pak andi sangat membantu saya selama proses seleksi beasiswa AAS terutama seputar JST. Trimakasih untuk berbagi ilmunya. Sampai saat ini saya masih mempertimbangkan pemilihan kota antara brisbane dan melbourne terkait status saya, ibu dengan 2 anak ( 2 tahun dan 1 tahun) yang rencananya akan ikut dengan saya bersama suami. Mengingat usia mereka juga bukan usia sekolah, apakah perlu saya tempatkan di childcare atau dengan nanny bawa dari indonesia? Bagaimana dengan asuransi2 mereka ya? dan berapa besarannya.
    Tentang sewa rumah, apakah pak andi bisa membantu kami jika ada kenalan di brisbance atau melbourne, yang bisa saya hubungi.
    Terimakasih pak andi

  32. Salam Pak Andi,
    Tulisan ini sangat membantu. Namun ada yang ingin saya tanyakan terkait ‘uang’..:)
    Saya alhamdulillah lulus AAS tahun ini dan nanti berencana akan membawa serta keluarga (suami dan 2 anak) ke Aussie.
    Saya sempat galau ketika minggu lalu ada kawan yg mengatakan di Uni yg mjd tujuan saya nnti, klo bawa keluarga harus menyiapkan dana sekitar AU$ 9000 utk dimasukkan ke asuransi OHSC. Apakah dana sebesar itu harus saya siapkan sblm berangkat kesana atau bisa disisihkan dr Est.Allowance (dg berhemat tentunya)?
    Mohon pencerahan..Terima kasih banyak Pak!:)

    • Intinya, keluarga harus diasuransikan. Kini ada peraturan baru, asuransi keluarga harus dibayar di depan untuk seluruh masa studi. Biayanya memang bisa mahal sekali. Pilihannya adalah: tunda keberangkatan keluarga dan Nabung dulu sampai uangnya cukup untuk bayar asuransi. Memang berat sih …

  33. Pak Andi, Alhamdulillah saya mendapatkan beasiswa AAS. Terima kasih sekali, saya selama ini banyak belajar dari blog nya Pak Andi. Sangat bermanfaat.

    Salam

  34. Terimakasih atas pencerahan terkait ADS
    Tapi Saya ada pertanyaan, apakah boleh membawa 2 balita (2 th dan 4 th) + ibu saya untuk ngejagain anak. Kira2 biaya hidupnya dapat terpenuhikah..terimakasih banyak sebelumnya

  35. Pak mohon informasi apakah asuransi keluarga yang sebesar 9000 itu sifatnya hangus atau nanti bisa dicairkan kembali?

  36. Bapak, saya sedang proses mengikuti beasiswa AAS. Dalam proses apply nya ada pro kontra dalam diri karena mempunyai kewajiban membantu keuangan orang tua. Pertanyaan saya, apa bisa (jika diterima) saat sudah tinggal di Australia, sewaktu waktu baik rutin/tidak kita mengirim uang hasil menabung atau jika ada kelebihan uang saku ke Indonesia?
    Terima kasih

  37. Pak, jika diterima AAS. Apa bisa/boleh selama tinggal di Australia kita sewaktu-waktu (baik rutin maupun tidak) mengirim sejumlah uang hasil menabung ke keluarga di Indonesia? terima kasih

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s